Selasa, 13 Maret 2012

Malaikat Tak Bersayap ( Part VI )


smile for all

Setiap manusia pasti pernah merasakan apa itu yang namanya cobaan atau ujian, ujian disaat kita senang maupun di saat kita susah. Semua manusia pasti pengen hidupnya lebih baik dan lebih baik lagi, dan dengan ujian itulah kita bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Sabar, ikhlas, berdo’a, dan selalu berusaha, mungkin itu semua adalah cara dimana kita bisa dan harus bisa melawati ujian tersebut. Semakin kita sayang sama Tuhan, dan semakin Tuhan sayang sama kita, cobaan yang diberikan-Nyapun akan semakin besar, entah itu dengan datangnya masalah atau dengan datangnya suatu hal yang sangat tidak kita inginkan, yang mungkin bisa membuat kita jatuh dan terpuruk. Dan sekarang ini gua udah mulai ngerasa jadi lebih baik, mungkin dengan ujian yang di berikan Tuhan kegua ini, gua udah hampir bisa ngelewatin semuanya, kenapa gua bilang mungkin dan hampir, karna gua sebagai manusia biasa belum bisa memastikannya, gua ini bisa apa engga atau gua ini lulus apa engga dari ujian yang Tuhan berikan, hanya Tuhan yang bisa memastikannya. Suatu saat nanti gua yakin Tuhan pasti akan memastikannya dengan jalan atau cara-Nya sendiri. Menunggu, setelah sekian lama gua manunggu saat – saat kaya gini, saat – saat dimana gua bisa berfikir jernih dan saat – saat dimana gua bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk. I’m happy with my life, gua happy sama orang terdekat yang ada di sekeliling gua, my life is more colorful because of you. Tuhan, keluarga, sahabat, teman, ternyata mereka semua ada di samping gua, terus gua kemana aja selama ini? Apa gua hanya berkutik dengan diri gua sendiri? Ternyata dulu gua sempet membutakan diri gua sendiri, gua buta akan semuanya. Gua buta, gua ga bisa melihat mana yang baik yang harus gua lakuin dan mana yang buruk yang ngga harus gua lakuin, gua buta, buta yang gua buat sendiri. And now, mata, hati, dan senyuman, sekarang semuanya sudah terlihat jelas dan semuanya sudah terbuka lebar Dan disaat gua tertunduk dan tersenyum seorang diri di dalam sebuah lubang hitam ini, datang sebuah cahaya dari atas, cahayanya sangat terang, gua terpaksa menutupi mata gua dengan lengan gua, gua merasakan cahaya itu semakin lama semakin dekat, dekat, dekat dan langsung melakat di punggung gua...

light dan the wings
Sayap, ternyata ada dua buah sayap yang sangat indah melekat di punggung gua, sayap yang dari dulu gua harapkan selama ini sekarang sudah melekat kuat di punggung gua, tanpa berfikir banyak gua langsung mencoba untuk mengepakkan sayap ini, dan...

to be continued.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar